Kata Penutup
Volume 1 - Chapter 15
January 1, 2019
Kata Penutup
Salam kenal bagi yang baru pertama kali, dan halo kembali bagi yang sudah tidak asing lagi. Saya Tamba.
Terima kasih banyak telah membeli Saikyou Degarashi Ouji no An'yaku Teii Arasoi. Saya sungguh berterima kasih dan terharu.
Di tengah rasa syukur ini, sebenarnya ada hal yang kurang mengenakkan. Karena masalah jumlah halaman, saya jadi harus memasukkan kata penutup ini. Sejujurnya, saya tidak merasa kata penutup dari penulis itu perlu, tapi karena halaman yang tersisa juga percuma, jadi saya akan mencoba menulis kata penutup pertama dalam hidup saya.
Yah, meskipun begitu, tidak banyak topik yang bisa dibicarakan. Jadi, saya pikir saya akan menceritakan sedikit kisah di balik layar pembuatan Degarashi Ouji ini.
Saya sering bermain game, dan di antara teman-teman bermain game saya, ada beberapa anak SMA. Menjelaskan ide latar cerita dan plot pada mereka lalu menanyakan kesan mereka sudah menjadi bagian dari proses kerja saya, dan begitulah Degarashi Ouji ini dimulai.
Awalnya, saya menjelaskannya dengan ide seperti, "Bagaimana kalau tentang seorang pangeran yang bergerak di balik bayang-bayang? Tipe yang kuat tapi menyembunyikan kekuatannya." Saya sendiri merasa idenya belum pas, tapi ternyata respons mereka lebih baik dari yang saya duga, jadi saya pun termotivasi untuk menggarap plotnya. Tapi, cerita tentang pergerakan rahasia (an'yaku) itu sulit untuk ditulis. Terlebih lagi, genre "menyembunyikan kekuatan" membuatnya semakin sulit. Saat saya sampaikan kesulitan itu pada anak-anak SMA tersebut, saya malah dibalas, "Bukankah keahlian penulis untuk bisa mengatasi masalah seperti itu?"
Dibilang begitu, rasanya kesal kalau harus bilang tidak bisa, dan saya juga berpikir kalau segala sesuatu patut dicoba. Jadi saya terus menulis, memublikasikannya di "Shousetsuka ni Narou", mendapatkan popularitas, dilirik oleh editor, dan sampailah seperti sekarang ini.
BETUL!! Semuanya berawal dari anak-anak SMA itu! Masa muda memang luar biasa, ya. Yang disayangkan mungkin adalah sebagian besar dari anak-anak SMA itu ternyata tidak membaca Degarashi Ouji. Katanya, mereka "bekerja sama" dengan cara tidak membacanya. Anak-anak SMA zaman sekarang memang pintar bicara, bikin pusing saja.
Begitulah karya berjudul Degarashi Ouji ini dimulai. Di "Narou", karya ini dibaca oleh banyak sekali orang, dan akhirnya bisa diterbitkan seperti ini. Ini juga merupakan karya yang membuat saya banyak belajar dan merasakan perkembangan diri saya sendiri. Selain itu, jika semua pembaca merasa bahwa waktu dan uang yang telah dihabiskan sepadan dengan nilainya, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi saya.
Terakhir, kepada editor saya, O-san, yang telah menemukan karya ini. Kepada Yuunagi-san, yang telah menyediakan ilustrasi yang luar biasa. Kepada keluarga saya yang selalu mendukung. Lalu, kepada teman-teman saya yang setiap hari mendengarkan cerita saya. Dan kepada semua orang yang telah mendukung saya, serta semua pihak yang terlibat dalam pembuatan buku ini, saya mengucapkan terima kasih yang tulus dari lubuk hati saya. Terima kasih banyak.
Tamba